Langsung ke konten utama

Lab Bahasa untuk Pembelajaran Komunikatif


Untuk menyelenggarakan pembelajaran bahasa komunikatif di laboratorium bahasa,  prinsip-prinsip penting berikut ini perlu dipahami dan diterapkan:

1.Transfer of information
Latihan berkomunikasi harus melibatkan transfer informasi dari peserta didik yang satu kepada yang lain. Tanpa adanya transfer informasi, prosesnya tidak dapat disebut sebagai kegiatan/latihan komunikasi.
2. Information gap
Supaya terjadi transfer informasi, maka harus ada kesenjangan informasi di antara para  peserta didik. Artinya, dalam situasi berkomunikasi satu pihak mempunyai informasi yang akan ditransfer, sedangkan yang lain tidak memiliki informasi tersebut. Apabila kedua pihak mempunyai informasi yang sama, maka situasi itu bukanlah situasi  berkomunikasi tetapi hanya merupakan komunikasi semu. Software laboratorium bahasa 
3. Task dependency 
Peserta didik hanya akan dapat menyelesaikan tugas ke dua apabila dia dapat menyelesaikan tugas pertama dengan baik. Oleh karena itu setiap peserta didik akan merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan setiap tugas dengan sempurna.
4. Self-motivated participation
Keikutsertaan untuk terlibat aktif dalam pembelajaran didorong oleh motivasinya sendiri, bukan semata-mata karena mendapat tugas dari luar (misalnya guru dan buku).
5. Student-centred activity 
Kegiatan yang berpusat pada kepentingan sesama peserta didik, bukan semata-mata untuk memuaskan tugas terstruktur dari guru.
Jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut silahkan kunjungi arionindonesia.co.id. Terima Kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah-Langkah Pembelajaran dalam Lab Bahasa

Hal yang perlu dilakukan sebelum melaksanakan pembelajaran di dalam laboratorium bahasa : 1. Pemetaan Kompetensi Inti (KI) & Kompetensi Dasar (KD)   Bersama sesama guru mata pelajaran bahasa (Bahasa Indonesia, Daerah, Inggris, Asing lainnya) melalui MGMP sekolah/kelompok kerja/kabupaten, guru mencermati KI & KD mata pelajaran yang terdapat pada Permendikbud No. 24 Tahun 2016 dan memetakan KI & KD mana yang tepat disajikan dalam pembelajaran di laboratorium  bahasa. Kegiatan memetakan KI & KD dapat dilakukan bersamaan dengan penyusunan silabus atau setelah silabus tersusun. Pemetaan dapat didasarkan pada jenis kompetensi yang ditargetkan atau didasarkan pada ketersediaan media/software di laboratorium bahasa. Jika didasarkan pada jenis kompetensi yang ditargetkan, terlebih dahulu guru menentukan KD mana yang dapat lebih efektif diraih peserta didik melalui  pembelajaran di laboratorium bahasa, kemudian mentukan media/software yang sesuai dengan KD ya...

Peranan Lab Bahasa dalam Pembelajaran

Penggunaan laboratorium bahasa terutama untuk pembelajaran bahasa asing menjadi sangat populer sejak zaman Perang Dunia II, terutama di Amerika Serikat, dalam upaya melatih berbahasa asing bagi personel angkatan perang yang akan ditugaskan ke daerah-daerah pendudukan di negara asing. Laboratorium bahasa pada waktu itu dimanfaatkan terutama sebagai upaya mengatasi kekurangan tenaga guru. Jadi salah satu fungsinya adalah seolah-olah menggantikan tenaga guru. Sebagai “pengganti guru” potensi laboratorium bahasa yang paling besar ialah memberikan pelatihan yang bersifat menghafal dan menirukan (rote learning/listen & repeat ) secara mekanistik tanpa lelah. Dengan demikian materi software lab bahasa pembelajaran bahasa pun didesain dengan pendekatan mekanistik yang tujuannya membentuk kebiasaan (habit forming ) dalam menerapkan  pola kalimat. Pendekatan semacam inilah yang disebut pendekatan audio-lingual, yang  berdasarkan teori ilmu psikologi behaviorisme dan aliran ...

Lab Bahasa Sebagai Sarana Pendukung

Secara konversional , lab bahasa pada umumnya merupakan sebuah ruangan yang berisi meja atau boothyang dilengkapi dengan tape player dengan segala kelangkapannya dan control booth guru atau pengamat dan digunakan untuk pembelajaran bahasa. Tape player memiliki fasilitas untuk play, rewind forward ,dan record . Peserta didik dapat berlatih menggunakan bahan rekaman dan mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa secara individual atau berkelompok, dan guru dapat mendengarkan masing-masing peserta didik melalui headset khusus lab bahasa. Pada saat ini, laboratorium bahasa konvensional di banyak lembaga telah digantikan dengan laboratorium multimedia berupa ruang yang dilengkapi dengan jaringan komputer yang terhubung dengan jaringan internet, perangkat lunak yang sesuai, dan  peralatan lain yang dirancang untuk membantu peserta didik belajar bahasa baik dengan  bimbingan guru maupun tanpa bimbingan guru. Laboratorium multimedia tidak hanya memenuhi fungsi yang ada pada lab...