Penggunaan laboratorium bahasa terutama untuk pembelajaran bahasa asing menjadi sangat populer sejak zaman Perang Dunia II, terutama di Amerika Serikat, dalam upaya melatih berbahasa asing bagi personel angkatan perang yang akan ditugaskan ke daerah-daerah pendudukan di negara asing. Laboratorium bahasa pada waktu itu dimanfaatkan terutama sebagai upaya mengatasi kekurangan tenaga guru. Jadi salah satu fungsinya adalah seolah-olah menggantikan tenaga guru.
Sebagai “pengganti guru” potensi laboratorium bahasa yang paling besar ialah memberikan pelatihan yang bersifat menghafal dan menirukan (rote learning/listen & repeat ) secara mekanistik tanpa lelah. Dengan demikian materi software lab bahasa pembelajaran bahasa pun didesain dengan pendekatan mekanistik yang tujuannya membentuk kebiasaan (habit forming ) dalam menerapkan pola kalimat. Pendekatan semacam inilah yang disebut pendekatan audio-lingual, yang berdasarkan teori ilmu psikologi behaviorisme dan aliran linguistik struktural (structural linguistics). Ini merupakan penggunaan laboratorium bahasa dengan paradigma pembelajaran lama. Jangan lupa kunjungi arionindonesia.co.id untuk informasi lebih lanjut. Terima Kasih
Komentar
Posting Komentar