Hal yang perlu dilakukan sebelum melaksanakan pembelajaran di dalam laboratorium bahasa :
1. Pemetaan Kompetensi Inti (KI) & Kompetensi Dasar (KD)
Bersama sesama guru mata pelajaran bahasa (Bahasa Indonesia, Daerah, Inggris, Asing lainnya) melalui MGMP sekolah/kelompok kerja/kabupaten, guru mencermati KI & KD mata pelajaran yang terdapat pada Permendikbud No. 24 Tahun 2016 dan memetakan KI & KD mana yang tepat disajikan dalam pembelajaran di laboratorium bahasa. Kegiatan memetakan KI & KD dapat dilakukan bersamaan dengan penyusunan silabus atau setelah silabus tersusun. Pemetaan dapat didasarkan pada jenis kompetensi yang ditargetkan atau didasarkan pada ketersediaan media/software di laboratorium bahasa. Jika didasarkan pada jenis kompetensi yang ditargetkan, terlebih dahulu guru menentukan KD mana yang dapat lebih efektif diraih peserta didik melalui pembelajaran di laboratorium bahasa, kemudian mentukan media/software yang sesuai dengan KD yang ditargetkan. Jika didasarkan pada ketersediaan media/software di laboratorium bahasa, guru terlebih dahulu mendata dan membuka/mempelajari dahulu media/software lab bahasa yang tersedia, kemudian menentukan KD mana yang sesuai dengan media/software yang ada.
2. Analisis media
Setelah tahap pemetaan KI & KD, langkah berikutnya yang harus dilakukan guru sebelum melaksanakan pembelajaran di laboratorium bahasa adalah menganalisis/mencermati media atau software yang akan digunakan pada kegiatan pembelajaran. Hal pertama yang perlu dicermati adalah apakah isi media tersebut sesuai dengan KD yang ditargetkan. Hal kedua adalah kebenaran isi media, misalnya apakah informasi tentang fungsi dan struktur teks serta unsur kebahasaan sudah benar. Hal ketiga adalah keruntutan penyajian materi pada media tersebut, dalam hal apakah penyajian sudah sesuai dengan sintaks tahapan pendekatan atau model pembelajaran yang digunakan sesuai Permendikbud No.22 Tahun 2016 tentang Standar Proses. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antar matapelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian(inquiry/discovery learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).
Jangan lupa juga kunjungi arionindonesia.co.id. Terima Kasih
Komentar
Posting Komentar