Laboratorium Bahasa tidak hanya digunakan untuk mengembangkan keterampilan menyimak, tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan berbahasa lainnya, yaitu berbicara (speaking ), membaca (reading ), dan menulis (writing ). Berikut ini disajikan beberapa contoh kegiatan dalam sebuah laboratorium bahasa yang dapat dikategorikan ke dalam kegiatan pre-communicative dan communicative :
1. Pengulangan (repetition)
Kegiatan ini termasuk kegiatan pre-communicative untuk melatihkan ungkapan yang akan digunakan dalam kegiatan komunikatif. Peserta didik menyimak kata, frasa, atau kalimat yang diperdengarkan. Peserta didik diminta untuk mengulanginya. Kemudian, kata, frasa, atau kalimat tadi diperdengarkan lagi sampai peserta didik tidak memiliki kesulitan dengannya lagi.
2. Tubian (drill )
Kegiatan ini juga termasuk kegiatan pre-communicative untuk menjadikan peserta didik memahami pola tertentu yang akan digunakan dalam kegiatan komunikatif. Peserta didik memproduksi kalimat atau memberikan respons berdasarkan isyarat (cue) tertentu yang diperdengarkan.
3. Berbicara
Kegiatan ini termasuk kegiatan communicative. Peserta didik dapat merekam percakapan atau pembicaraannya sendiri, dan kemudian mendiskusikannya dengan teman.
4. Kerja berpasangan
Kegiatan ini termasuk kegiatan communicative. Kegiatan ini dapat dilakukan peserta didik dengan membuat simulasi percakapan, misalnya percakapan telepon. Percakapan ini dapat direkam dan kemudian digunakan sebagai bahan diskusi.
5. Kerja kelompok kecil
Kegiatan ini termasuk kegiatan communicative. Kegiatan ini misalnya dalam bentuk diskusi, debat, dan role play yang melibatkan beberapa peserta didik. Kegiatan ini bisa dilanjutkan dengan penyampaian laporan secara tertulis dan atau lisan.
6. Menyimak
Kegiatan ini termasuk kegiatan communicative. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan di dalam laboratorium bahasa. Yang perlu diingat adalah bahwa kegiatan menyimak memiliki jenis yang beragam, seperti note-taking , dikte, dan menjawab pertanyaan pemahaman.
7. Membaca
Peserta didik dapat membaca teks dan berdiskusi dengan teman atau menyampaikan hasil kegiatan membaca dalam bahasa target.
8. Menulis
Kegiatan menulis melalui menyimak dapat dilakukan dengan memberikan informasi lisan kepada peserta didik dan menyuruhnya membuat tulisan berdasarkan informasi tersebut. Pekerjaan tertulis peserta didik tidak harus berupa teks cerita tetapi dapat berupa diagram, gambar, atau peta sesuai dengan kompetensi yang hendak dikembangkan.
Sekian semoga bermanfaat dan jangan lupa kunjungi arionindonesia.co.id untuk informasi lebih lanjut. Terima Kasih
Komentar
Posting Komentar