Langsung ke konten utama

Jenis Peralatan Laboratorium Bahasa



Pada prinsipnya perangkat keras laboratorium bahasa dapat dibedakan dalam dua bagian yaitu bagian meja guru (master console) dan bagian meja peserta didik (booth) atau meja  peserta didik.

Pada umumnya peralatan utama yang ada pada meja guru terdiri atas  peralatan sebagai berikut:
1. Piranti server dan masukan program digital (komputer)
2. Piranti masukan program (tape player, CD/DVD player )
3. Piranti komunikasi melalui headset dan microphone
4. Piranti pengaturan komunikasi dengan peserta didik
5. Piranti penguat suara (amplifier/room speaker )
6. Piranti video monitor
7. Televisi besar
8. Piranti catu daya untuk keseluruhan sistem

Sedangkan pada meja peserta didik (booth) terdiri dari peralatan:
1. Komputer
2. Headset dan Microphone
3. Tape recorder
4. Pre-amplifier
5. Tombol panggil (call button)

Secara umum laboratorium bahasa tipe AAC menyediakan fasilitas berikut:
1. Penyampaian program (materi pelajaran) ke semua peserta didik, kelompok peserta didik, dan perorangan secara interaktif
2. Penyampaian program (materi pelajaran) ke semua peserta didik melalui televisi dan room speaker
3. Komunikasi guru dengan peserta didik secara individu, kelompok, dan keseluruhan
4. Kerja atau komunikasi/interaksi peserta didik secara individu, dalam kelompok, dan keseluruhan

Selain itu pula dapat memberikan fasilitas untuk guru dalam hal:
1. Penyusunan program bahan ajar bahasa audio dan/atau audiovisual
2. Penyusunan materi ajar interaktif
3. Penggandaan program

Semoga bermanfaat dan jangan lupa kunjungi arionindonesia.co.id untuk informasi lebih lanjut. Terima Kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah-Langkah Pembelajaran dalam Lab Bahasa

Hal yang perlu dilakukan sebelum melaksanakan pembelajaran di dalam laboratorium bahasa : 1. Pemetaan Kompetensi Inti (KI) & Kompetensi Dasar (KD)   Bersama sesama guru mata pelajaran bahasa (Bahasa Indonesia, Daerah, Inggris, Asing lainnya) melalui MGMP sekolah/kelompok kerja/kabupaten, guru mencermati KI & KD mata pelajaran yang terdapat pada Permendikbud No. 24 Tahun 2016 dan memetakan KI & KD mana yang tepat disajikan dalam pembelajaran di laboratorium  bahasa. Kegiatan memetakan KI & KD dapat dilakukan bersamaan dengan penyusunan silabus atau setelah silabus tersusun. Pemetaan dapat didasarkan pada jenis kompetensi yang ditargetkan atau didasarkan pada ketersediaan media/software di laboratorium bahasa. Jika didasarkan pada jenis kompetensi yang ditargetkan, terlebih dahulu guru menentukan KD mana yang dapat lebih efektif diraih peserta didik melalui  pembelajaran di laboratorium bahasa, kemudian mentukan media/software yang sesuai dengan KD ya...

Peranan Lab Bahasa dalam Pembelajaran

Penggunaan laboratorium bahasa terutama untuk pembelajaran bahasa asing menjadi sangat populer sejak zaman Perang Dunia II, terutama di Amerika Serikat, dalam upaya melatih berbahasa asing bagi personel angkatan perang yang akan ditugaskan ke daerah-daerah pendudukan di negara asing. Laboratorium bahasa pada waktu itu dimanfaatkan terutama sebagai upaya mengatasi kekurangan tenaga guru. Jadi salah satu fungsinya adalah seolah-olah menggantikan tenaga guru. Sebagai “pengganti guru” potensi laboratorium bahasa yang paling besar ialah memberikan pelatihan yang bersifat menghafal dan menirukan (rote learning/listen & repeat ) secara mekanistik tanpa lelah. Dengan demikian materi software lab bahasa pembelajaran bahasa pun didesain dengan pendekatan mekanistik yang tujuannya membentuk kebiasaan (habit forming ) dalam menerapkan  pola kalimat. Pendekatan semacam inilah yang disebut pendekatan audio-lingual, yang  berdasarkan teori ilmu psikologi behaviorisme dan aliran ...

Lab Bahasa Sebagai Sarana Pendukung

Secara konversional , lab bahasa pada umumnya merupakan sebuah ruangan yang berisi meja atau boothyang dilengkapi dengan tape player dengan segala kelangkapannya dan control booth guru atau pengamat dan digunakan untuk pembelajaran bahasa. Tape player memiliki fasilitas untuk play, rewind forward ,dan record . Peserta didik dapat berlatih menggunakan bahan rekaman dan mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa secara individual atau berkelompok, dan guru dapat mendengarkan masing-masing peserta didik melalui headset khusus lab bahasa. Pada saat ini, laboratorium bahasa konvensional di banyak lembaga telah digantikan dengan laboratorium multimedia berupa ruang yang dilengkapi dengan jaringan komputer yang terhubung dengan jaringan internet, perangkat lunak yang sesuai, dan  peralatan lain yang dirancang untuk membantu peserta didik belajar bahasa baik dengan  bimbingan guru maupun tanpa bimbingan guru. Laboratorium multimedia tidak hanya memenuhi fungsi yang ada pada lab...